Jejakkaumkusam, - Empat dari 11 orang pendaki ilegal tersesat karena naik jalur ilegal Geger Bentang arah Gunung Gede Pangrango. Selama dua hari mereka bertahan di jalur pendakian setapak. Kondisi panas dan kurang logistik, membuat mereka terpaksa makan bonggol pisang dan bahkan meminum urine sendiri.
Keempat pendaki ilegal akhirnya ditemukan. Selama dua hari mereka bertahan di jalur pendakian setapak. Bahkan kondisi panas dan kurang logistik, membuat mereka terpaksa makan bonggol pisang dan minum urine sendiri.
”Lantaran fisik mereka tidak kuat, sehingga mereka memutuskan kembali namun malah tersesat. Selanjutnya setelah tersesat lama, mereka menelopon saudaranya di Jakarta. Hingga akhirnya Puskodal menerima laporan,” papar Kepala Seksi Wilayah 1 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Ardi Andono.
Ardi menuturkan, keempat orang pendaki tersebut sebelumnya mengikuti jejak tujuh orang pendaki ilegal lainnya yang sudah turun terlebih dahulu. Namun empat orang itu terpisah dengan pendaki rombongan pertama.
Nah karena ada laporan empat pendaki tersesat, Tim TNGGP dibantu tim pencinta alam melakukan pencarian. Namun tiga orang Tim Green Ranger tidak berhasil menemukan mereka, dan sekitar, TNGGP kembali membentuk tim berjumlah 12 orang dibantu masyarakat dan MMP yang dibekali HT dan perbekalan.
”Mereka dilengkapi informasi awal dan meluncur ke Lembah Pinus, Kampung Vietnam, Legok Babah, dan akhirnya tim menuju Legok Yasin dan memanggil-manggil korban beberapa kali. Ternyata korban pun berteriak dan dapat diselamatkan,” terangnya.
Keempat pendaki tersebut yakni, Danang, Heri, Tri, dan Aditiya. Mereka ditemukan dalam kondisi satu orang sakit, dan tiga sehat. Selanjutnya mereka dibawa turun dan sempat beristirahat di Warung Mang Idi. ” Ironisnya selama dua hari kondisi kering dan kurang logistik, mereka makan bonggol pisang dan minum urine sendiri,” paparnya.
Setelah ditemukan, korban selanjutnya korban di BAP dan diberi sanksi edukatif, berupa pengecatan dan pengangkutan sampah. ”Saat ini pendaki sudah dipersilahkan pulang dan tim evakuasi dibubarkan,” tandasnya.
Source: Pojokjabar