-->

Saturday, 18 March 2017


Jejakkaumkusam, - Usianya baru 7 tahun ketika memantapkan tekadnya untuk menginjakkan kaki di tujuh puncak tertinggi di Indonesia. Kini, pada usianya yang baru 10 tahun, Khansa Syahlaa Aliyah sudah menginjak enam puncak gunung. Juli mendatang, ia akan menuju puncak paling tinggi, yakni Puncak Jaya atau Carstensz Summit di Pegunungan Jayawijaya, Papua.

Untuk mendaki gunung dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut tersebut, Khansa rutin menjalani berbagai latihan fisik sejak Desember 2016. Pendakian kali ini menjadi pendakian yang paling membuat deg-degan. “Nanti pertama kalinya aku mendaki pakai tali-temali,” tutur dia.

Carstenz berada di atas tebing batu setinggi 600 meter, sehingga untuk mencapainya tak cukup dengan berjalan biasa. Kegiatan panjat tebing mutlak dilakukan. Tali-tali pun harus terpasang pada badan untuk menopang pendakian. Persiapan pendakian ke medan berat ini harus benar-benar matang.

Itulah mengapa Khansa sadar betul mesti serius melakukan persiapan. Dia berlatih fisik empat hari dalam sepekan dengan digembleng oleh sang ayah dan tim Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia, dari latihan memanjat hingga menahan cuaca dingin. Latihan fisik membuatnya jatuh sakit beberapa kali. Meski begitu, susahnya mendaki gunung tak dirasa Khansa sebagai beban. Buat dia, gunung memberi banyak pengalaman berharga.

Khansa berlatih ascending, naik-turun tebing pakai ascender, rappelling, masuk ke tebing-tebing, dan latihan pada ketinggian 4.000 meter. Dia juga berlatih menahan dingin karena suhu di Puncak Carstensz sampai minus. Caranya, rencananya Khansa akan naik ke Gunung Merbabu lalu bolak-balik dari camp ke puncak beberapa kali. Ada pula latihan fisik lainnya, seperti naik-turun tangga, lari mengelilingi kompleks rumah, dan latihan di pusat kebugaran.


Halaman Berikutnya:      

loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...