![]() |
| foto/sentralfm |
Jejakkaumkusam, - Setelah Open SAR pencarian Lionel Du Creaux yang hilang di puncak Gunung Semeru diperpanjang, upaya lanjutan untuk melacak jejak survivor pendaki asal Swiss itu terus intensif dilakukan.
Hingga hari Kamis (16/6/2016), memasuki hari ke-12 hilangnya pendaki asing di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, upaya penyisiran tetap difokuskan ke kawasan Blank 75 dan Gunung Boto, baik melalui jalur Tawonsongo maupun Kalimati.
M. Arifin Kepala Basarnas Surabaya yang diperbantukan dalam operasi SAR di Semeru kepada Sentral FM mengatakan, pergerakan untuk pencarian hari ini, 3 sru akan menyisir dari Blank 75 ke batas vegetasi dan menyusuri puncak Mahaameru. Selanjutnya, menuju cerug-cerug laut lasir.
"Hari ini juga ada tambahan satu Tim SAR Muhammadiyah Solo berjumlah 3 personil yang bergabung dengan Sru Basarnas. Seluruh personil pencarian terbagi 5 sru, termasuk Sru dari jalur Tawonsongo yang akan menyisir Pal B sampai kawasan Gunung Boto," kata Arifin.
Selain itu, upaya pencarian dari jalur darat akan didukung dengan pelacakan jejak dari jalur udara melalui operasional helikopter drone yang telah didatangkan dari Basarnas pusat. "Drone sejak kemarin memang sempat dua kali diterbangkan untuk melakukan pelacakan jejak survivor dari Pos SAR Ranupani. Namun belum optimal karena terkendala cuaca," ujarnya.
Hingga hari Kamis (16/6/2016), memasuki hari ke-12 hilangnya pendaki asing di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, upaya penyisiran tetap difokuskan ke kawasan Blank 75 dan Gunung Boto, baik melalui jalur Tawonsongo maupun Kalimati.
M. Arifin Kepala Basarnas Surabaya yang diperbantukan dalam operasi SAR di Semeru kepada Sentral FM mengatakan, pergerakan untuk pencarian hari ini, 3 sru akan menyisir dari Blank 75 ke batas vegetasi dan menyusuri puncak Mahaameru. Selanjutnya, menuju cerug-cerug laut lasir.
"Hari ini juga ada tambahan satu Tim SAR Muhammadiyah Solo berjumlah 3 personil yang bergabung dengan Sru Basarnas. Seluruh personil pencarian terbagi 5 sru, termasuk Sru dari jalur Tawonsongo yang akan menyisir Pal B sampai kawasan Gunung Boto," kata Arifin.
Selain itu, upaya pencarian dari jalur darat akan didukung dengan pelacakan jejak dari jalur udara melalui operasional helikopter drone yang telah didatangkan dari Basarnas pusat. "Drone sejak kemarin memang sempat dua kali diterbangkan untuk melakukan pelacakan jejak survivor dari Pos SAR Ranupani. Namun belum optimal karena terkendala cuaca," ujarnya.
Teks Foto :
Helikopter Drone tanpa awak yang dioperasionalkan Basarnas untuk melacak jejak pendaki yang hilang dipindahkan dari Ranupani ke Pos SAR Tawonsongo.
Foto : Sentral FM.
Source:suarasurabaya.net
loading...


