![]() |
| foto/googleimages |
Jejakkaumkusam,- Lanjutan beberapa tumbuhan liar yang bisa di manfaatkan saat kondisi sedang survival :
16. Matoa
![]() |
| foto/triptrus.com |
Tumbuhan ini endemik di Asia Tenggara dengan penyebaran di wilayah timur Indonesia. Masih kerabat dengan rambutan, buah ini memiliki rasa yang menggabungkan antara lengkeng dengan durian. Karena rasanya yang enak ini, tumbuhan ini banyak dibudidayakan.
17. Nipa
![]() |
Keluarga palem yang satu ini banyak tumbuh menjadi barier pada kawasan sungai-sungai dengan air yang payau. Buahnya dalam bentuk tandan, isinya seperti kelapa dengan rasa yang sedikit agak asin karena pengaruh ekosistemnya. Daunnya digunakan sebagai bahan membuat bivak.
18. Pakis
![]() |
| foto/adumcrita.wordpress.com |
Pucuk pakis muda umumnya bisa dimakan setelah direbus. Khusus pakis cakar elang, harus direbus berkali-kali untuk menghilangkan pengaruh senyawa beracunnya.
19. Rotan
Rotan dimanfaatkan sebagai pengikat saat membuat bivak. Umbut rotan juga dapat dimakan setelah direbus berkali-kali karena rasanya sepat. Semakin sering dilakukan perebusan maka rasa sepatnya semakin berkurang.
20. Putat
Pohon putat biasanya ditemui tumbuh di lembah-lembah, tepi sungai dan kawasan tanah lembap. Daun putat berbentuk bujur, panjang dan tebal dengan bahagian tepi bergerigi kecil. Daun muda di bahagian pucuk berwarna merah keunguan dan apabila matang daunnya berubah menjadi hijau tua. Daun muda ini dimakan sebagai ulam, rasanya renyah dan sedikit manis.
21. Rambusa
Keluarga markisa ini memiliki buah yang tertutup oleh kelopak yang terlihat seperti jaring-jaring. Buah maatang berwarna kuning dapat dimakan, rasanya manis dan juicy.
22. Bambu
Dalam kondisi survival, bambu dapat dijadikan sebagai bahan makanan dengan memasak terlebih dahulu rebungnya hingga lunak. Batang bambu juga bisa digunakan sebahai wadah memasak makanan. Selain itu, dalam bambu sering terdapat ulat yang mengandung protein tinggi juga bisa dimakan.
23. Ruceng
Pohon ruceng ini juga masih kerabat dengan beringin. Di Bulukumba dikenal dengan nama erasa. Bentuk daunnya seperti daun pulai namun berukuran lebih kecil. Yang dikonsumsi adalah daun muda yang berwarna agak putih. Biasanya berpucuk muda sekali dalam setahun.
24. Santigi
Tumbuh pada ketinggian di atas 1000 mdpl dengan corak warna merah pada daun muda seperti pada tumbuhan pucuk merah. Yang dimakan adalah bagian pucuk yang telah dimasak.
25. Selada Air
Tumbuh baik pada tempat-tempat sejuk dan berair bersih. Selada air sangat berperan sebagai saringan air pada saluran-saluran air bersih seperti di Lembah Ramma. Di beberapa tempat, selada air sengaja dibiakkan pada sebuah kolam/sawah. Daunnya dimakan setelah dimasak atau ditumis.
26. Semanggi
Ada dua tipe semanggi, ada yang tumbuh di lingkungan banyak air seperti di persawahan atau rawa dan ada yang di daratan. Semanggi air umumnya memiliki tiga helai daun sedangkan pada semanggi darat ada empat helai daun. Daunnya dimasak dahulu sebelum dikonsumsi.
27. Tapak Kuda
Tapak kuda ini tumbuh pada tanah-tanah lembab dan kaya bahan organik. Daunnya bisa dimakan sebagai ulam, lebih aman jika dilayukan atau dimasak dahulu sebelum dikonsumsi.
28. Terong Pipit
Terong kecil ini tumbuh liar dengan penyebaran yang dibantu oleh burung yang memakannya. Sangat mirip dengan leunca namun terong pipit sedikit lebih keras. Buah muda dimakan sebagai ulam atau direbus dahulu sebagai sayur.
29. Kantong Semar
Tumbuh di daerah ketinggian yang kaya bahan organik, biasanya bersanding dengan paku-pakuan. Daun yang berkantong dapat menampung air sehingga bisa menjadi sumber air. Saat ingin meminum air dari kantong semar, perhatikan baik-baik karena sering ada serangga yang terperangkap di dalamnya. Selain itu, kantong semar juga bisa digunakan sebagai wadah untuk memasak.
30. Kayu Angin (Akar Angin)
Berbentuk seperti lumut-lumut yang menggantung pada dahan dan ranting pohon pada ketinggian di atas 1000 mdpl. Tumbuhan ini digunagan sebagai obat masuk angin dan sesak nafas dengan cara direbus lalu diminum air rebusannya. Rasanya pahit sehingga lebih enak jika dicampur dengan madu.
31. Alang-Alang
Tumbuhan ini sering dijumpai di padang rumput maupun pada ladang sebagai gulma. Keluarga rumput ini memiliki pinggiran daun yang tajam serta tinas pada rhizoma yang runcing. Rhizomanya telah banyak dijadikan bahan jamu. Dalam kondisi survival, daun yang telah dimemarkan bisa digunakan untuk membalut luka baru untuk mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan.
32. Pesut Kuda
Banyak tumbuh di tanah-tanah terbuka, bahkan sering dijumpai di pinggir jalan. Tandan bunganya seperti cambuk dengan bunga-bunga kecil berwarna ungu atau putih. Daunnya digunakan sebagai obat sariawan dengan dikunyah langsung. Air rebusan daunnya dapat mengobati panas dalam dan sakit pada tenggorokan.
33. Babadotan
Di sulawesi lebih akrab dengan sebutan jonga-jonga, aroma daunnya menyengat. Ambil beberapa daun mudanya lalu lumatkan hingga berair lalu tempelkan pada luka baru. Selain mempercepat pembekuan darah, juga untuk mencegah infeksi. Pada batang terdapat benjolan, itu berisi larva lalat argentina. Larva tersebut bisa dijadikan umpan untuk memancing.
34. Ketepeng Cina
Tumbuhan ini masih memiliki kerabat dengan kacang-kacangan, daun majemuk dan bunga cantik berwarna kuning. Daunnya biasanya digunakan sebagai anti jamur dengan cara dilumatkan lalu dioleskan pada tumbuh yang ditumbuhi jamur.
35. Kayu Jawa
Pohon ini termasuk tumbuhan meranggas dengan menggugurkan semua daunnya pada suatu musim, lali hijau kembali setelah datang musim penghujan. Banyak dijadikan sebagai pagar kebun. Mungkin karena tumbuhan ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi sehingga dalam bahasa Makassar disebut Tammate (tidak mati). Cairan pada lapisan kambiumnya dapat dijadikan obat pada luka fisik untuk menahan pendarahan.
36. Pidada / Padada
Tumbuhan mangrove ini memiliki buah yang dapat dimakan, mengandung banyak air. Saat ini, pada banyak dibuat sebagai jus atau sirup pada kawasan wisata ekosistem mangrove.
37. Iles-Iles
Iles-iles lebih akrab di telinga kita dengan sebutan bunga bangkai. Tumbuhan dua musim ini memiliki umbi yang bisa dijadikan sumber makanan. Saat ini, telah banyak dicari dan dikembangkan sebagai bentuk sumber pangan alternatif.
Demikian beberapa tumbuhan liar yang bisa kita manfaatkan dalam kondisi survival. Alam kita sangat kaya dengan ragam spesies tumbuhan darat terbesar kedua di dunia tentu menjadi jaminan bahwa masih banyak lagi spesies-spesies tumbuhan yang bisa kita manfaatkan. Kesemuanya itu hanya bisa kita manfaatkan selama kita mau belajar dan mengkaji. Dengan demikian, alam bebas adalah rumah yang nyaman bagi kita.(enalgattuso8.wordpress.com)
loading...






















