![]() |
| Larangan ke puncak Mahameru |
Jejakkaumkusam, - Hampir setiap tahun selalu saja ada nyawa melayang di atas puncak Gunung Semeru. Tetapi kabar duka itu sepertinya tak membuat gentar para pendaki untuk menaklukkan puncak gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sebenarnya telah mengeluarkan larangan kepada para pendaki Semeru, agar tak naik sampai puncak Mahameru. Titik terakhir yang diizinkan hanya sampai Pos Kalimati. Larangan ini sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), terkait aktivitas vulkanik gunung tersebut.
"Sudah ada larangan tegas pada pendaki, agar tidak ke puncak Semeru. Tapi mereka tetap saja melanggar larangan itu," kata Kepala BB TNBTS di Malang, Jawa Timur.
Larangan naik ke puncak itu telah disampaikan petugas secara langsung, saat para pendaki mengajukan izin di Pos Ranupani. Selain itu, pendaki wajib menandatangani surat pernyataan bermaterai agar memenuhi aturan itu. Namun tetap saja, para pendaki banyak tak mematuhi apa yang sudah disepakati.
"Ini sudah soal perilaku masing-masing individu, kami tak bisa mengawasi mereka. Tak mungkin kami membangun barikade di sekitar Pos Kalimati agar pendaki tak naik, atau menempatkan petugas di Pos Kalimati, karena saat ini suhu udara berkisar antara 10-15 derajat Celcius. Bahkan, saat musim hujan bisa 0 derajat Celcius."
Petugas hanya bisa berharap para pendaki Semeru mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Sebab, aturan dibuat demi keselamatan pendaki itu sendiri.
Mendaki gunung kini memang seperti menjadi tren masyarakat kota. Namun mendaki gunung bukan seperti tempat wisata alam umumnya. Selain harus mematuhi aturan, para pendaki juga harus memperhitungkan berbagai hal.
Source: Liputan6.com
loading...

