Jejakkaumkusam, - Pendaki asal Swiss, Lionel Du Creaux yang hilang di Gunung Semeru sejak 3 Juni 2016 lalu hingga kini belum ditemukan.
Tim SAR telah dikerahkan untuk mencari keberadaan pemuda 26 tahun tersebut, namun jejaknya kian misterius.
Terkait hilangnya Lionel, Pemerintah Swiss bulan lalu sempat menawarkan bantuan helikopter serta sejumlah peralatan pendukung kepada tim SAR untuk melakukan pencarian
Tawaran bantuan itu disampaikan utusan Konsulat Jenderal Swiss saat mendatangi Posko SAR di Ranupani dan Tawonsongo, Sabtu 11 Juni 2016 lalu.
“Belum ketemu sampai hari ini,” kata Jefriansyah, On Scene Coordinator (OSC), kepada Tempo di Posko Tawonsongo, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur beberapa saat lalu..
Jefri, yang merupakan anggota Tim Basarnas Pos Jember itu, mengatakan pencarian masih terus dilakukan. Pencarian dilakukan di sekitar Air Terjun Punuk, dari arah Tawonsongo.
Menurut Jefri, tim pencari sebenarnya menemukan sejumlah jejak baru yang diduga berkaitan dengan Lionel. Namun, setelah ditelusuri, tidak menuntun ke arah lelaki itu. “Masih misterius,” ujarnya.
Ada dua tim yang menelusuri dari Tawonsongo. Saat ini jumlah tenaga yang melakukan pencarian dirasa kurang. Namun pencarian tetap dilakukan.
Berita hilangnya Lionel sudah sampai ke telinga keluarganya di Swiss. Hari Kamis 16 Juni, dua saudara Lionel yang bernama Gwen dan Vincent datang langsung ke Gunung Semeru. Mereka datang buat menemukan info lebih lanjut tentang kasus hilangnya Lionel. Bukan cuma itu, mereka juga berkordinasi sama petugas Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) di Pos SAR Ranupani dan Pos SAR Tawonsongo.
Kedatangan keluarga Lionel Du Creaux ingin mengetahui sejauh mana upaya pencarian yang dilakukan. Dan sejauh ini untuk pencarian hari ke-8 Open SAR sampai ditutup malam ini, hasil penyisiran tetap nihil,” Hendro Wahyono Plt Kepala BPBD Kabupaten Lumajang.
Demi Lionel, Gwen dan Vincent sampai nyebarin sayembara berhadiah Rp 15 juta buat siapapun yang bisa menemukan Lionel.
Selain berkordinasi sama petugas mengenai proses pencarian Lionel, Gwen dan Vincent juga menyebarkan poster berisi sayembara berhadiah Rp 15 juta buat siapapun yang bisa menemukan Lionel. Poster yang ditempel di Pos SAR Tawonsongo itu juga isinya tentang penjelasan ciri-ciri fisik Lionel dan waktu hilangnya. Lewat poster itu, Gwen dan Vincent berharap bantuan masyarakat bisa mempercepat proses pencarian Lionel.
Adapun ciri-ciri Lionel yang hilang di Semeru adalah berambut pendek pirang, berkumis dan berjenggot pendek, bermata biru dan tingginya badan 178 cm. Dia hilang pada hari Jumat 3 Juni sekitar pukul 6 sore, sekitar 15 menit sebelum puncak Gunung Semeru.
Sampai 10 hari setelah Lionel dinyatakan hilang, petugas masih terus melakukan pencarian. Mereka menitik beratkan pencarian Lionel di wilayah Pos SAR Ranupani dan Pos SAR Tawonsongo. Selain pencarian secara manual dengan menyisir jalur darat, tim Basarnas juga melakukan pengamatan dari udara dengan menggunakan Drone.
Seperti diberitakan sebelumnya, Lionel putus kontak terhitung sejak Jumat, 3 Juni 2016. Operasi pencarian secara terbuka oleh Tim SAR dimulai sejak Kamis 9 Juni 2016.
Kegiatan pendakian ke puncak Semeru ditutup guna memudahkan pencarian.
Lionel dan Alice Guignard, pendaki asal Prancis, berangkat dari Malang. Keduanya menuju Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada pukul 07.00 WIB, dan langsung menuju lokasi pendakian tanpa melapor ke Pos Ranupani.
Source : Lensaindonesia.com
loading...

