 |
Kang Bongkeng pendaki senior indonesia |
Jejakkaumkusam, - Tubuhnya pendek dan kurus, usianya tak lagi muda, keriput telah menghiasi seluruh kulit tubuhnya. Namun siapa sangka, kakek yang bernama Djukardi Adriana alias Kang Bongkeng ini adalah pendaki yang cukup terkenal di Indonesia.
 |
Kang Bongkeng pendaki senior indonesia |
Hampir semua gunung di Indonesia pernah ia daki, demikian pula gunung-gunung di benua Eropa (Eiger), Afrika (Kilimanjaro), dan Amerika (Aconcagua) yang tidak luput pula ia taklukan. Selain itu, prestasi lain yang anggota Wanadri angkatan ke-8 itu torehkan adalah melatih ekspedisi gabungan Wanadri-Kopassus dalam mendaki Tujuh Puncak Tertinggi Dunia.
Senin, (12/7) giliran tim Ekspedisi Soedirman VI dari UPL MPA Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang merasakan tangan dingin serta kentalnya pengalaman yang dimiliki oleh Kang Bongkeng. Tim yang beranggotakan Arizal Maulana (Fakultas Hukum), Dwi Novian Arbi (Fakultas Hukum), dan Aji Kurniawan (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) melakukan latihan lapang terakhir di Gunung Slamet menjelang keberangkatan mereka ke Gunung Huascaran, Peru.
“Latihan kali ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan latihan yang terakhir kali kita lakukan, hanya saja sekarang kita mendapat bimbingan langsung dari Kang Bongkeng yang tentunya sudah sangat ahli mengenai pendakian gunung,” kata Aji Kurniawan dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (22/7).
Dalam latihan tersebut, Kang Bongkeng memberi penjelasan yang lebih mendalam dengan contohnya kepada para atlet mengenai teknik dasar pendakian gunung es seperti penggunaan Crampoon. Ada teknik moving together, self rescue, dan team rescue. Selain itu, atlet juga dapat berbagi langsung mengenai hal-hal di luar teknik seperti logistik, ataupun kesehatan di gunung es.
“Saya harap tim Ekspedisi Soedirman VI berhati-hati dalam melakukan perjalanan besok, apalagi anggota tim sebelumnya belum ada pengalaman di gunung es, dan menurut saya perjalanan 10 hari itu cukup berat. Dan semoga tim berhasil mengibarkan bendera merah putih dan dapat mengharumkan Indonesia,” kata Kang Bongkeng memberi pesan kepada tim.
UPL MPA Unsoed melalui programnya yang bernama Ekspedisi Soedirman VI akan melakukan pendakian Gunung Huascaran, Peru. Mereka berambisi menjadi organisasi pecinta alam Indonesia pertama yang mencapai puncak tertingginya. Selain itu, tim juga akan melakukan pengenalan kebudayaan Indonesia yang rencananya akan dilakukan di Universitas San Marcos.
Sebelumnya, UPL MPA Unsoed juga telah berhasil menorehkan prestasi internasional seperti pendakian Gunung Elbrus, Rusia (2005), Gunung Kilimanjaro, Tanzania (2009), dan Puncak Cartenz Pyramid, Soemantri Gunung Jayawijaya (2012).
Source : Republika.co.id