-->

Monday, 8 August 2016

Lembah Ramma (fotolepas.com)

Jejakkaumkusam, - Berbicara mengenai tempat wisata yang ada di Sulawesi Selatan memang tidak akan ada habisnya. Terlebih lagi jika yang dibahas adalah wisata alamnya. Bagi Anda yang gemar berpetualang di alam, tempat wisata yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga, terutama bagi Anda yang tinggal di Kabupaten Gowa. Namanya Lembah Ramma.

Terletak di kaki Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang, Lembah Ramma, sejak beberapa tahun lalu telah menjadi alternatif tempat wisata, terutama bagi orang-orang yang senang perjalanan petualangan. Selain keindahannya, medan menuju lembah ini juga terbilang ringan. Baik bagi mereka yang bukan pendaki ulung, atau pun pemula.

Untuk menuju ke lembah ramma, Anda dapat memulai perjalanan dari Lembanna, dengan menyusuri beberapa perkebunan seperti kebun wortel, bawang, kentang, dan markisa. Lepas dari kebun, Anda akan memasuki kawasan hutan, mulai dari hutan yang pepohonannya jarang dan rendah,kemudian alang-alang hingga hutan rapat yang tanamannya besar.

Mendaki, menurun, melalui bebatuan, akar pohon besar, adalah tantangan yang dilalui menuju Lembah Ramma. Namun, adanya rambu dan petunjuk, memudahkan pengunjung menuju ke lembah ini. Ada beberapa titik seperti pertigaan atau perempatan yang menjadi jalur pendakian ke puncak Bawakaraeng. Namun petunjuk sangat jelas mengarahkan pengunjung, jika akan ke Ramma.

Terdapat beberapa persinggahan antara Lembanna-Ramma. Persinggahan ini berupa sungai dengan bebatuan besar dan air yang jernih, serta beberapa tanah yang lapang. Biasanya di setiap persinggahan, pengunjung akan mengeluarkan bekal sembari beristirahat sejenak. Tidak sedikit pula pendaki yang membawa kompor kecil, menyeduh kopi di tempat persinggahan ini. Banyak yang kerap berlama-lama di tempat persinggahan, untuk sekadar menikmati suasana sungai, hutan, dan kicau burung.

Bagi Anda yang suka dengan tantangan, maka dapat melalui beberapa titik perjalanan dengan rute lebih menantang, yakni berupa tanjakan dan turunan melalui bebatuan besar dengan akar pohon di antaranya yang menyerupai anak tangga. Meski sedikit menantang, tapi rute ini tetap terbilang aman dan dapat dilalui siapa pun.

” Yang menarik bagi saya di sini adalah rute-rutenya yang cukup menantang, namun lumayan aman dan pasti puas. Saya datang ke Ramma, karena memang mencari alternatif berwisata yang sedikit ekstrim. Selain itu, kita juga dapat belajar tentang alam sembari melakukan wisata,” jelas, salah seorang Mahasiswa yang merupakan anggota dari Mahasiswa Pecinta Alam Dipanegara (MAPALA), Awal Dirwanto .

Menantang dan mendapat pemandangan yang mempesona, juga menjadi alasan Bogel (30), seorang karyawan swasta yang baru-baru ini berkunjung ke Ramma. ”Berwisata murah meriah, olahraga dapat, puas juga dapat. Lelah di perjalanan iya, tetapi begitu tiba di Ramma, semua hilang. Yang ada rasa syukur, puas, dan tentu saja pikiran kembali jernih,” katanya.

Meski sedikit menantang, sebagai alternatif tempat wisata, Ramma nyaris tak pernah sepi pengunjung. Setiap pekan, ada saja kelompok pengunjung yang datang. Bahkan saat musim libur dan momen peringatan hari kemerdekaan, sumpah pemuda, hari pahlawan, hingga malam tahun baru, jumlah yang datang akan mencapai ratusan dalam sekali kunjungan. Saat-saat seperti ini, Lembah Ramma, ramai dengan kemah pengunjung, yang ingin memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia.

Umumnya pengunjung atau pendaki, hanya menginap satu-dua malam. Hanya sedikit yang menginap lebih lama dari itu. Biasanya yang menginap lebih dari dua malam, adalah kelompok yang melakukan kegiatan. Pengunjung yang telah ingin meninggalkan Ramma selalunya berjanji, akan kembali, karena  pesona Lembah Ramma, yang  menjadi magnet dan selalu menarik orang untuk kembali.

Beberapa tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel, memang terus mencari alternatif tempat wisata baru, selain Tana Toraja dan Rammang – rammang di Pangkep. ”Sulsel punya banyak pesona keindahan alam. Banyak alternatif berwisata, selain sekadar wisata alam. Ada banyak wisata pendidikan, wisata agro, dan wisata petualangan yang tak kalah menarik. Ini yang sedang coba kami tawarkan. Memang perlu pembenahan di sana sini dan itu sedang kami upayakan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Sulsel.(MAKASSARTERKINI.COM)


loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...