-->

Sunday, 7 August 2016

Body Rafting Citumang

Jejakkaumkusam, - Objek wisata Body Rafting Citumang akhirnya resmi ditutup untuk sementara oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Penutupan dilakukan hingga ditemukan kesepakatan bersama terkait standar keamanan bagi wisatawan.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, penutupan tersebut dilakukan agar keamanan objek wisata Citumang dapat lebih baik lagi. Pasalnya, jika kecelakaan terus berulang, tentunya akan membawa dampak negatif bagi pariwisata Pangandaran.

Pemerintah daerah tidak memiliki niat mengambil alih wilayah itu terkait penutupan objek wisata Citumang.

"Tidak ada niatan pemda untuk mengambil alih wilayah ini," ucap Jeje saat berdiskusi di Objek Wisata Citumang, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Dia menambahkan, jika langkah tegas tidak ditempuh, hal serupa kemungkinan akan kembali terulang.

PETUGAS tengah berjaga di pintu masuk objek wisata Citumang, Kabupaten Pangandaran

"Peringatan saya sudah disampaikan ketika kecelakaan yang pertama lima bulan lalu. Kalau dibiarkan, kecelakaan dianggap takdir. Dengan dasar itulah saya ingin membangun Citumang ke arah yang lebih (baik)," ucap Jeje.

Menurut dia, dalam berwisata tentunya pengunjung berharap keamanan dan kenyamanan. Hal tersebut harus mampu disediakan oleh tempat pariwisata.

Jeje menjelaskan, ada beberapa poin penting yang perlu dibenahi pengelola maupun masyarakat yang terlibat di wisata Citumang. Pengelola harus mampu memetakan zona berbahaya. "Bila perlu, kalau bahaya pakai pagar saja," ucapnya.

Selain itu, dia juga meminta adanya organisasi penyelamat profesional di Citumang. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, akan ditindaklanjuti dengan cepat. Dengan adanya penyelamat profesional, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan.

Jeje menegaskan, penutupan tersebut akan dilakukan hingga pihak yang terlibat mengelola Citumang duduk bersama dan menghasilkan suatu solusi terkait keamanan wisatawan. Dia meminta agar semua pihak segera berkumpul dan berdiskusi. "Saya tunggu di Pemda. Kita bicarakan bersama dan cari jalan keluar. Saya tidak ingin saling menyalahkan. Seminggu beres, maka seminggu kemudian juga dibuka," ungkapnya.(Pikiran Rakyat)

loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...