![]() |
| Panjat tebing di Gunung Parang. ©2016 merdeka.com/bram salam |
Jejakkaumkusam, - Olahraga panjat tebing tidak harus dilakukan oleh profesional, melainkan bisa dinikmati siapapun termasuk pemula. Terlebih jalur dilintasi adalah jalur yang sudah disediakan berbentuk pijakan berupa tangga besi yang ditanam di dinding tebing.
Ya, panjat tebing ala via ferrata yang ada di Gunung Parang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sampai saat ini lokasi panjang tebing itu diklaim sebagai satu-satunya dari sekian banyak venue panjat tebing di Indonesia bahkan dunia.
Via ferrata Gunung Parang juga sangat cocok untuk semua usia, karena selain berbicara olahraga, tempat itu bisa dijadikan sebagai wisata alternatif dengan suguhan pemandangan alam yang eksotis.
Gunung Parang sendiri terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Purwakarta. Terdiri berupa gunung bebatuan atau karang dengan ketinggian mencapai 396 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan mencapai 90 derajat, sehingga menjadi surga bagi para pecinta panjat tebing.
Ketinggian panjat tebing via verrata di Gunung Parang bervariasi, mulai dari 100, 300, 600 hingga 900 meter.
Untuk sampai di lokasi panjat tebing Gunung Parang, para pengunjung bisa melakukan perjalanan dengan memakan sekitar satu setengah jam dari pusat Kota Purwakarta, melalui jalur utama Purwakarta-Bandung, dan masuk ke Jalan Raya Plered-Tegal Waru dari daerah Cianting. Sesampainya di daerah Tegalwaru bisa menggunakan sejumlah ruas jalan yang bisa diakses menuju Gunung Parang.
Setibanya di lokasi, pengunjung yang akan melakukan panjat tebing terlebih dahulu mendaftar untuk kemudian mendapat segala informasi tentang Gunung Parang, serta pengarah tentang segala hal yang harus dilakukan saat memanjat dari sejumlah pemandu.
"Untuk standar pemanjatan semuanya diwajibkan menggunakan peralatan memanjat seperti tali, helm, carabiner, harness dan sepatu. Jadi di sepanjang jalur pemanjat hanya memanjat besi tahap demi tahap juga mengaitkan carabiner ke kawat dari satu tingkat ke tingkat lain, ini demi kemanan," Kata kata salah seorang pemandu.
Usai mendapat pengarahan, para pemanjat kemudian bersama-sama masuk ke areal Gunung Parang dengan berjalan kaki dengan disuguhkan pemandangan indah berupa pesawahan dan kolam-kolam kecil yang tepat berada di bawah Gunung Parang yang menjulang.
Selanjutnya kegiatan memanjat dimulai, satu persatu pemanjat menaiki tahap demi tahap di jalur via verrata. Segala kemampuan dikeluarkan termasuk beradu nyali agar dapat melintasi semua tantangan.
Dengan ditemani para pemandu, para pemanjat terus berusaha agar mencapai titik yang ditentukan. Meski terbilang ekstrem namun para pemanjat terlihat semangat bahkan banyak dari mereka yang semula ketakutan justru menikmatinya.
Setelah hampir dua jam memanjat, para pengunjung akhirnya sampai di masing-masing titik panjatan. Mulai dari yang 100, 300, 600 hingga 900 meter. Mereka mengaku puas karena selain bisa menaklukan tantangan sekaligus bisa menikmati keindahan alam dari ketinggian Gunung Parang, mulai dari hamparan sawah dan perkebunan, permukiman hingga pemandangan indah Danau Jatiluhur.
"Seru banget, menantang banget. sensasinya oke," kata salah seorang pemanjat Imanes, saat memanjat Gunung Parang, Selasa (8/11).
Dikatakan Lia (24), lajang asal Jakarta. Kegiatan panjat tebing di Gunung Parang menjadi pengalaman terdirinya baginya. Itu karena trek yang dilalui dirasa sulit dan penuh tantangan.
"kendalanya biasanya kalau untuk yang pertama agak sulit sih, itu kan ada liku-likunya, ada tikungan. cengkraman ama pegangan buat talinya harus kuat stamina juga harus benar-benar kuat," ujar Lia.
Selain Lia, hal senada juga disampaikan para pengunjung lain, mereka merasa bangga bisa naik ke gunung yang kini dikenal sebagai lokasi terbaik pemanjatan di Indonesia itu.
"awalnya sih emang capek, cuma pas sampai di atas itu terbayar semuanya. pemandangannya indah mungkin recommended banget lah buat yang suka naik gunung," ujar pemanjat asal Purwakarta, Dian Firmansyah.
Panjat Tebing via ferrata Gunung Parang sendiri digagas pada tahun 2013 lalu, trek itu juga diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.
"Jalur via verrata adalah tangga besi yang ditanam di sepanjang jalur pemanjatan di Gunung Parang ini," jelas Baban Yuhana. Salah seorang pemandu di gunung parang.
Selain via verrata, juga tersedia paket lain yang tersedia saat berkunjung ke Gunung Parang, yaitu rock climbing, serta camp ground tracking.
Keberadaan panjat tebing Gunung Parang yang mulai dikenal, saat ini para pengunjung datang dari berbagai daerah di Indonesia. Terutama saat akhir pekan.
"Kalau untuk yang ramei tuh di weekend dari Jumat malam udah berdatangan, kebanyakan yang datang dari Jakarta. Tapi yang one day trip juga banyak," terang Baban.
Dikatakan Baban, dalam perpekan jumlah pemanjat tidak kurang antara 80 hingga 100 orang. Bahkan bukan hanya wisatawan lokal melainkan turis asing.
Sementara dari sejumlah paket yang ada, agar dapat dapat berolahraga sekaligus wisata alam, setiap pengunjung tidak usah khawatir, karena biayanya relatif murah.
"Untuk biaya antara 100 ribu hingga 400 ribu rupiah perorang, ya tergantung pilihan paket dan ketinggian panjatan," pungkas Baban.
Nah tertarik kan untuk mencoba sensasi berolahraga panjat tebing di Gunung Parang, sekaligus menikmati keindahan alamnya. Kenapa tidak datang saja dijamin bakal ketagihan.(Merdeka.com)
loading...

