![]() |
| proses evakuasi jenazah mahasiswa bonus |
Jejakkaumkusam, - Pihak Universitas Bina Nusantara (Binus) menyebut mahasiswa mereka melalui jalur resmi saat mendaki Gunung Gede Pangrango lewat Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (5/11) lalu. Manajemen PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas membantah keras hal itu.
Kepala Administratur Perkebunan Gunung Mas Dedi Kusramdani memberi klarifikasi kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (8/12/2016) malam. Dia menjelaskan, para mahasiswa Binus ini masuk ke kawasan Gunung Mas pada Senin (5/11) sebagai pengunjung biasa.
"Mereka masuk sebagai pengunjung kawasan agrowisata Gunung Mas dan membeli tiket melalui loket resmi. Tapi mereka keluar dari kawasan dan mendaki ke Gunung Gede, itu jalur tidak resmi," kata Dedi.
"Jalur resmi itu tidak melalui Gunung Mas. Saya sudah konfirmasi juga ke Kepala Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," sambung Dedi yang ikut membantu evakuasi para korban pada Selasa (6/12).
Dedi menuntut Universitas Binus mengklarifikasi pernyataannya dan segera meminta maaf kepada PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas. Jika tidak, pihaknya akan melakukan somasi.
PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh Universitas Binus. Dalam jumpa pers Rabu (7/12) lalu, Pembantu Rektor Urusan Kemahasiswaan dan Pengembangan Masyarakat Universitas Binus Andreas Chang menyebut para mahasiswanya sudah mengantongi izin pendakian kepada petugas Gunung Mas.
"Mahasiswa kami sudah melakukan izin pendakian kepada petugas Gunung Mas. Mereka lewat jalur resmi. Dari cerita mahasiswa yang selamat, mereka lewat jalur resmi. Orang mereka yang ada di lapangan waktu itu. Jadi kalau ada yang bilang mahasiswa tidak lewat jalur pendakian resmi, itu bukan tanggung jawab kami. Kami diberi tahu mahasiswa yang ada di lapangan selama kejadian," kata Andreas saat itu.
Sumber: Detik.com
loading...

