![]() |
| Gunung Leuser |
Jejakkaumkusam, - Untuk mempermudah koordinasi pihak Dinas Pariwisata (Dinpar) Gayo Lues (Galus) dan gaet, pada tahun ini pihak Dinpar akan membangun cek poin di wilayah Kedah yang merupakan pintu masuk ke Gunung Leuser bagi turis lokal dan mancanergara.
"Setelah dibangunnya cek poin nantinya, tentu lokasi tersebut bisa menjadi sarana kerjasama antara pihak Dinpar dengan para guide, untuk menentukan pola kerjasama dalam mendata setiap pewisata yang akan masuk ke Gunung Leuser, baik turis lokal maupun mancanegara," papar Kadis Pariwisata Galus, Syafruddin, saat GoAceh (jejakkaumkusam) menyambangi kantornya, Senin (9/01/2017).
Selama ini sambungnya, hal ini merupakan permasalahan utama dalam mendata setiap pewisata yang masuk ke Leuser. "Apalagi kita tidak pernah memeriksa setiap barang bawaan para pewisata ke pegunungan tersebut, baik di kala naik maupun turun. Pemeriksaan yang dilakukan ini, semata-mata untuk menjaga kelestarian lingkungan di Leuser serta keamanan para pewisata," ucapnya.
Untuk tahun 2017 ini sambung Syaf, pihaknya juga memprogramkan pemberian sertifikat bagi setiap turis maupun pendaki yang mampu mencapai puncak Gunung Leuser. "Pemkab Galus akan memberikan sertifikat yang ditandatangani Bupati setempat, bagi turis dan pendaki yang berhasil sampai ke puncak Leuser. Bahkan pihaknya akan memberikan sauvenir khas bagi para turis, agar mereka bisa mengenang perjalanan yang dilakukan, sekalian sebagai ajang promosi wisata yang ada di Negeri Seribu Bukit ini," kata Kadis.
Ia juga menuturkan, menurut para pendaki profesional, Gunung Leuser merupakan tempat pendakian penutup di hutan tropis, karena memiliki waktu terpanjang se-Asia dalam melakukan pendakian.
"Makanya untuk memanfaatkan kondisi ini, kami akan menggelar pelatihan kerajinan tangan dan kuliner kepada masyarakat, dengan maksud bisa meningkatkan perekonian masyarakat, terutama warga yang ada di seputaran wilayah tersebut," tandasnya.
Kadis Pariwisata ini juga menyampaikan, untuk kunjungan wisata domestik di tahun 2016, yang mengunjungi berbagai tempat wisata seperti, Kedah, Rerebe, Agusen, Danau Marpunge, wisata keluarga Kala Pinang, Blangtasik, Air Panas, Masjid Asal Penampaan dan beberapa tempat wisata lainnya yang berjumlah puluhan itu, sebanyak 60.872 orang.
Sedangkan untuk turis asing yang berasal dari berbagai negara, di antaranya, Jepang, Malaysia, Australia dan negara lainnya, berjumlah 333 orang.(Go Aceh)
loading...

