-->

Monday, 6 March 2017

Ilustrasi Gua


Jejakkaumkusam, - Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono mengaku, sudah mendapat laporan perihal enam anggora pecinta alam yang hilang di Gua Bangi, di Dusun Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Mereka berasal dari Divisi Mahasiswa Pecinta Alam (Dimpa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Informasi yang kami terima, mereka diklat caving di gua tersebut sejak kemarin. Sampai sekarang mereka belum keluar dari dalam gua,” terang Bagyo, Senin (6/3/2017).
Bagyo menilai, ada prosedur yang dilanggar. Sebab seharusnya kegiatan susur gua atau caving tidak boleh dilakukan saat musim hujan.

“Tanpa bermaksud menyalahkan siapa pun juga, caving memang tidak boleh dilakukan saat musim hujan. Resikonya sangat besar,” tegas Bagyo.
Saat ini BPBD masih menyiapkan personil "expert" (ahli) caving untuk melakukan pencarian. Sebab kondisi di dalam gua serba terbatas.

Tim evakuasi harus orang yang biasa dalam kondisi yang berada di ruangan serba terbatas. Selain itu, peralatan juga harus dipersiapkan secara matang.

“Misalnya lampu karbit, tidak banyak yang punya lampur karbit. Padahal lampu karbit peralatan yang tidak bisa ditinggalkan saat caving,” tambah Bagyo.

Lampur karbit ini berfungsi untuk penerangan sekaligus untuk deteksi gas. Sebab jika kondisi oksigen menipis, lampu akan mati.

“Makanya butuh "expert" di bidang caving. Jangan sampai tim SAR mati konyol,” katanya.(Surabaya Tribun)

loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...