![]() |
Evakuasi jasad pendaki yang nekat masuk ke kawah Gunung Lokon, Kota Tomohon. (Agustinus Hari ) |
Jejakkaumkusam, - Perjuangan tujuh pendaki untuk menaklukkan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sabtu (25/3) berujung petaka.
David Lambanaung, sang pemimpin pendakian, menjadi korban ganasnya asap belerang gunung berapi tersebut. Pemuda 17 tahun itu ditemukan tewas di dasar kawah.
Rekan korban, Manuel Kaunang menjelaskan, saat mendaki, rombongan terpecah dua kelompok. David berada di depan memimpin rombongan.
Sekitar sejam mendaki di bawah guyuran hujan, rombongan tiba di bibir kawah Tompoluan. Menurut Manuel, David sudah duluan turun ke dasar kawah.
Ia sempat menyaksikan aktivitas David di dasar kawah. Korban menulis nama menggunakan kaki di tanah. "Dia (David) ada tulis nama di bawah," kata dia.
Sekitar setengah jam berada di dasar kawah, mereka menyaksikan David mulai kembali ke atas. Namun belum setengah jalan, tiba-tiba David dikepung asap belerang. Setelah itu David hilang.
Manuel dan kawan-kawan pun langsung mencari bantuan pertolongan.
Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, Polisi, TNI, pecinta alam dan masyarakat langsung bergerak menangani proses pencarian David Lombaunang.
Pencarian dilakukan sejak Sabtu (25/3) malam, dan kembali dilanjutkan pada Minggu (26/3) petang. Pusat pencarian ada di Kawah Tompaluan yang merupakan pusat erupsi Gunung Lokon.
Tim mengadakan pencarian dengan pemantauan dari atas bibir kawah. Sementara dua orang turun ke dasar kawah. Sejumlah kendala ditemui dalam proses pencarian korban.
Ibnu Sudamar, anggota Basarnas Manado mengungkapkan, untuk turun ke kawah harus menggunakan alat bantu pernapasan yakni Self Contain Breathing Aparatus (SCBA). Ia turun bersama seorang anggota Tim SAR Gabungan, Jemmy Rusa.
Di Kawah Tompaluan, pencarian terganggu asap belerang yang membuat mata perih dan pernapasan terganggu, kadang kabut menutup titik pandangan.
Jarak dari bibir kawah ke dasar kira-kira 100 meter. Namun, tak sampai 30 menit turun ke kawah, terpaksa harus berhenti karena tabung CBSA sudah kehabisan oksigen.
"Alarmnya sudah bunyi padahal baru 30 menit," ungkap Ibnu.
Jemmy Rusa mengungkapkan, pencarian di kawah berpotensi mengancam nyawa. Sebab itu harus berhati-hati jangan sampai menghirup gas beracun.
Secara umum kata Jemmy, ada tiga tingkatan di Kawah Tompaluan. "Kita cuma sampai di tingkat II, mau ke tingkat III yang paling bawah tapi sudah kehabisan oksigen," ujarnya.
Menurut Jemmy sangat berbahaya turun ke kawah. Bagi pendaki gunung, sangat tidak disarankan ke dasar kawah, apalagi tanpa alat bantu pernapasan. "Sangat bahaya dan riskan karena potensi gas beracun," kata dia.
Di kawah banyak titik keluar gas, jika terhirup bisa-bisa sesak napas dan mengancam nyawa.
loading...

