Jejakkaumkusam, - Sukar dinafikan, Bandung Selatan banyak menyimpan potensi wisata pegunungan. Salah satunya Gunung Patuha.
Menurut wikipedia, ketinggian Gunung Patuha 2.386 di atas permukaan laut (dpl). Hasil Jelajah Gunung Bandung (JGB), komunitas pemerhati gunung di Bandung, tinggi Gunung Patuhan 2.445 dpl, sesuai GPS dan peta rupabumi Indonesia (rbi).
Yang pasti, Gunung Patuha mempunyai jejak di Bujangga Manik, dan berada di kawasan wisata Ciwidey. Gunung Patuha adalah gunung tertinggi kedua di Jawa Barat, setelah Gunung Ciremai, dan memiliki dua kawah; Kawah Putih dan Kawah Cisaat.
Patuha berasal dari patuka, kata dalam Bahasa Sunda, yang berarti lereng menurun atau tebing curam. Asal-usul penamaan bertalian erat dengan aktivitas gunung yang pernah bergemurun, mengeluarkan api yang menuruni lereng curam.
Bersama kawan-kawan, kami mendaki Gunung Patuha. Kami mengambil jalur Desa Cipanganten, mengitari Kawah Putih dari sisi lain, melewati kebuh teh, susunan pipa yang menghitam, kepulan asap pabrik, dan Sungai Cipanganten.
Tim kami, terdiri dari Adie Nofy, Ading Adith, Yunita Risdiyanti, Indri, Relly Marpaung, Ruly, Sholeh, Dimas Wahyu, Dadan Ramdhani, Dewi Pelita, dan Mbok Hasby. Kami beristirahat di kampung terakhir ketika adzan subuh berkumandang, di gubuk kecil milik seorang petani. Di sana kami bisa shalat dan memasak air di tungku sederhana. Bahkan bisa pula makan siang serta menghangatkan tubuh.
Namun tidak semua orang bisa masuk ke dalam gubuk berkapasitas delapan orang itu. Enam orang lagi harus menunggu, dan menunaikan shalat di luar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan.
Kami melewati hutan yang masih alami untuk sampai ke puncak Gunung Patuha. Ada beberapa pohon yang tumbang, dengan batang sedemikian tua. Ada pohon pakis, bunga-bunga, dan buah-buhan, serta tanaman khas lainnya.
Terkadang kami harus merangkak karena batang pohon menjulur rendah, merintangi jalan. Rintangan ini akan jadi masalah bagi pendaki yang membawa ransel ukuran besar, kecuali jika berniat kemping di puncak bayangan dan puncak pas.
Kami tiba di sebuah persimpangan, untuk mengetahui adakah jalur pendakian lain yang mengarah ke persimpangan itu. JGB menyebut persimpangan ini Lembah Jurasik, karena dianggap mirip dengan gambaran persimpangan di hutan dalam film Jurrasic Park.
Adie Nofx mengatakan, sebenarnya Lembah Jurasik sebutan untuk pos JGB saat mengadakan gathering. “Lembah itu berada di antara Tebing Sunan Ibu (kanan) dan Tebing Sunan Rama (kiri) Puncak Patuha," kata Nofx, pemimpin pendakian dan ketua JGB. Lembah itu digunakan sebagai tempat beristirahat para peziarah, sebelum menuju puncak Gunung Patuha.
Satu jam dari Lembah Jurasik, kami menemukan tempat kemping yang cukup untuk lima tenda. Ada bekas tempat api unggun. Artinya, ada rombongan pendaki yang menyambangi tempat ini. Yang mengindikasikan itu tempat kemping adalah bangunan berupaya jaring kayu, sengaja dibuat untuk berteduh.
Jaring kayu itu bolong, sehingga butuh falysheet atau terpal ringan untuk menutupinya, serta melindungi kita dari guyuran hujan. Untuk mencapai ke puncak Gunung Patuhan diperlukan kesiapan fisik dan mental. Tanjakan dan turunan cukup terjal, perlu kehati-hatian ekstra, yang membuat jarak tempuh ke puncak gunung harus ditempuh antara empat sampai lima jam.(SPORTOURISM)
loading...


