 |
"Teman - teman SAR melakukan pemasangan papan informasi dan petunjuk, sekaligus cleaning jalur Sapuangin."
|
Jejakkaumkusam, - Kabar gembira bagi para pendaki Indonesia. Pasalnya, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali membuka jalur pendakian Gunung Merapi melalui Sapuangin di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, pasca erupsi Merapi 2010 silam.
Kepala Resort Kemalang Balai TNGM, Arif Sulfiantono mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi pengelolaan Taman Nasional dan sesuai pertimbangan manajemen pendakian, jalur pendakian Gunung Merapi melalui Sapuangin dinilai layak untuk dibuka bagi para pendaki.
"Sebetulnya sudah kita rencanakan sejak tahun 2015 dan sudah mendapatkan rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Merapi. Kemudian awal Maret kemarin kami melakukan survei jalur pendakian lagi dengan teman-teman SAR Klaten," kata Arif, Senin (8/5).
Sebagai upaya mengenalkan jalur baru tersebut, Balai TNGM bakal menyelenggarakan rangkaian kegiatan pembukaan jalur pendakian Sapuangin betajuk "Camping Ceria" pada Jumat - Minggu (12-14/5) mendatang di Basecamp Sapuangin.
"Camping Ceria ini gratis, namun kita harapkan membawa perlengkapan tenda dan logistik sendiri. Nanti akan kita ajak wisata tracking ke Gua Jepang, kampung Gir Pasang, hingga ke spot foto selfie dengan pemandangan rekahan Gunung Merapi (runtuhan kawah Geger Boyo)," ujar Arif.
Selain camping, Balai TNGM juga mengajak 30 peserta untuk mendaki dan mendirikan tenda hingga ke Pasar Bubrah. Sebab sejak 2015 pendaki dilarang naik sampai ke puncak Merapi, hanya sampai area posko 4 di Pasar Bubrah tersebut.
"Terbatas, kita prioritaskan dari teman-teman pecinta alam Soloraya dan Jogja. Dan hari ini hingga besok, teman - teman SAR melakukan pemasangan papan informasi dan petunjuk, sekaligus cleaning jalur Sapuangin guna memastikan pendaki tidak tersesat naik sampai Pasar Bubrah," jelas Arif.
Sebagai informasi, gunung yang membentang di empat kabupaten serta menjadi batas langsung antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini sebelum erupsi Merapi 2010 dapat ditempuh melalui jalur Selo dan Lendong (Boyolali), Babadan (Magelang), Kinahrejo (Sleman), dan Sapuangin (Klaten). Namun lantaran rusak diterjang lahar, jalur yang tersisa hanya Selo.
Sumber: Merdeka.com