![]() |
| Tulang belulang rusa dikubur di padang sabana hutan Lawu (ist) |
Jejakkaumkusam, - Aksi pembantaian delapan ekor rusa diduga ulah kelompok pemburu. Mereka mengambil kesempatan sepi pendakian selama ramadhan untuk melancarkan aksinya.
“Ramadan itu pendakian jarang. Kemungkinan waktu sepi itu dipakai pelaku membantai rusa. Kemudian mengambil daging dan menjual kepala bertanduknya. Pelakunya kemungkinan lebih dari seorang karena bobot satu ekor rusa lebih dari 40 kilo. Mustahil sendirian. Apalagi delapan ekor yang dibantai,” kata Sukarelawan Candi Cetho (Reco), Eko Supardi Memora dilansir Jejakkaumkusam dari Timlo.net, Kamis (8/6) malam.
Tulang belulang delapan ekor rusa itu ditemukan di padang sabana ketiga dari posko pendakian terbawah via jalur Candi Cetho oleh pendaki. Laporannya disampaikan ke petugas posko Reco pada Rabu (7/6). Baru kemudian lima sukarelawan naik untuk memeriksa kebenaran informasi itu. Ternyata tidak hanya tulang belulang yang ditemukan, namun juga isi perut dan tiga kepala rusa. Yakni dua tak bertanduk alias rusa betina dan satu kepala rusa jantan bertanduk hancur.
Eko mengatakan, terdapat bekas api unggun di sekitar lokasi pembantaian. Diduga, itu sisa-sisa aktivitas pelaku yang bermalam. Oleh penduduk setempat, lokasi itu dinamai Gopekan Menjangan. Di sana sering terlihat rusa berkelompok minum di cekungan berisi air hujan. Sering terlihat pula babi hutan dan kera.
“Mereka tahu betul di sini tempat rusa berkumpul,” katanya.(Timlo.net)
loading...

