-->

Friday, 7 July 2017


Jejakkaumkusam, - Meningkatnya jumlah wisatawan yang melakukan pendakian di Gunung Rinjani di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat sejak H +1 Lebaran Idul Fitri beberapa waktu lalu membuat kawasan Gunung Rinjani dipenuhi sampah.


Sampah-sampah berserakan ini terlihat hampir di sepanjang jalur pendakian. Apalagi di kawasan Danau Segara Anak dan beberapa tempat yang dijadikan tempat mendirikan tenda para pendaki, tumpukan sampah berbau busuk menjadi pemandangan yang memilukan.

Prihatin atas kondisi tersebut, Kelompok Pemerhati Lingkungan yang tergabung dalam Rinjani Care Lombok Timur melakukan aksi clean up (pemersihan) sampah di kawasan tersebut sejak Kamis (6/7/2017).

Menurut Ketua Kelompok “Rinjani Care” Lombok Timur Mirzoan Ilhamdi menjelaskan, aksi pembersihan sampah di kawasan Gunung Rinjani akan dilakukan selama satu minggu, mulai Kamis sampai Rabu pekan depan.

Mirzoan Ilhamdi menyebutkan, tumpukan sampah yang terdapat di kawasan Gunung Rinjani ini akibat meningkatnya pendakian setelah lebaran, baik dari wisatawan asing maupun lokal yang ingin menghabiskan masa liburan di wisata alam Gunung Rinjani.

“Sayang sekali sebagian dari para pendaki belum sadar dengan kebersihan lingkungan, sehingga meninggalkan sampah bahkan membuang sisa makanan maupun plastik bungkus makanan dan minuman secara sembarangan di kawasan Gunung Rinjani,” sesal Mirzoan didampingi Sekretaris Alwan Johari.


Padahal, lanjut Mirzoan, di pintu masuk kawasan Taman Nasional gunung Rinjani para pendaki diberikan kantong sampah oleh petugas dan dihimbau untuk membawa sendiri sampahnya turun, tetapi malah ditinggalkan berserakan di kawasan Rinjani.

Dalam aksi “clean up” ini, Komunitas Rinjani Care bekerjasama yang dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melibatkan sekitar 40 orang anggota Rinjani Care untuk memungut sampah dan membawanya turun dari Gunung Rinjani.

Pembersihan gunung Rinjani dari sampah ini, kata Mirzoan, dilakukan melalui dua jalur pendakian yakni pintu Senaru Lombok Utara dan Sembalun Lombok Timur.



“Kami berharap aksi ini bisa memberikan pembelajaran dan penyadaran kepada para pendaki agar tidak lagi meninggalkan sampah di Gunung Rinjani,” imbuh Mirzoan seraya menyebutkan jenis sampah yang banyak berserakan diantaranya botol plastik air minum kemasan, kaleng, dan bungkusan makanan.

Selain itu, Komunitas Rinjani Care juga menyayangkan masih adanya para pendaki yang bertangan usil yang tidak mengindahkan himbauan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani yang melarang untuk memetik dan merusak Bunga Edelweis.

Sumber: LombokKita
loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...