-->

Sunday, 30 July 2017


Jejakkaumkusam, - Tiga mahasiswa asal Toraja yang tergabung dalam Organisasi Forum Mahasiswa Toraj (FORMAT) Makassar kembali membuat bangga Toraja dengan menggelar kegiatan yang bertajuk Ekspedisi Tongkonan jelajah 7 puncak “7 Summit 7 Culture”.

Tiga mahasiswa Toraja ini masing-masing Muh.Taufik Parende, Doni Rey, dan Darto Joki. Ketiganya akan melakukan Ekspedisi mendaki tujuh puncak tertinggi di tiga pulau, masing-masing pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sedangkan ketujuh puncak gunung yang akan mereka daki, ini masing-masing puncak Gunung Rinjani Ketinggian 3.726 mdpl di Lombok Nusa Tenggara Barat, Gunung Agung Ketinggian 3.142 mdpl di Bali, Gunung Arjuro Ketinggian 3.339 mdpl di Surabaya Jawa Timur, Gunung Bromo Ketinggian 2.329 mdpl di Jawa Timur, Gunung Merapi Ketinggian 2.930 mdpl di Jawa Tengah, Gunung Gede Pangrango Ketinggian 2.958 mdpl di Jawa Barat, dan Gunung Semeru Ketinggian 3.676 di Jawa Timur.

Tiga Mahasiswa Toraja ini akan memperkenalkan kearifan lokal dan budaya Toraja di tujuh daerah berbeda yang akan mereka kunjungi. Mereka juga akan  belajar dan mengenali budaya lokal serta sosial kemasyarakatan di tujuh daerah yang akan dikunjungi, diantaranya Suku Badui, Suku Sasak di kaki gunung Rinjani, Suku Osing, Suku Tengger dan Suku Bali dan tentunya bertujuan memupuk rasa Nasionalisme dan kepedulian generasi muda pada upaya pelestarian alam atau lingkungan.

Ketiga Pendaki ini telah berangkat dari Makassar ke titik pendakian puncak pertama yaitu Rinjani di Lombok Nusa Tenggara Timur pada Jum’at, 28 Juli 2017 lalu selanjutnya ke Gunung Agung di Bali dan lima gunung lainnya di pulau Jawa. Tujuh  puncak yang akan didaki ini ditargetkan akan selesai hingga 19 September2017 mendatang.

Ketua Umum Format Makassar, Frilki Prakarsa Randan, berharap dengan terlaksananya kegiatan ini dapat memberi kontribusi besar terhadap publikasi serta kampaye akan potensi pariwisata baik dari keindahan alam maupun dari keunikan Budaya Toraja.

“Menurut kami, Toraja sebagai icon pariwisata dengan potensi alam dan budayanya seharusnya sudah dapat mandiri dari segala aspek untuk kesejahteraan masyarakatnya, namun sampai hari ini itu belum tercapai,” ujar Prilki.(Karebatoraja.com)

loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...