 |
| Pendaki Merapi membawa turun sampahnya sendiri. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom) |
Jejakkaumkusam, - Jumlah pendaki Gunung Merapi pada libur lebaran ini meningkat tajam dibanding hari biasa. Ada pemandangan menarik dari pendaki yang turun. Setiap rombongan yang turun, menenteng tas plastik berisi sampah mereka sendiri agar tidak mengotori kawasan puncak.
Di lansir Jejakkaumkusam dari detikcom Jumat (30/6/2017) sore, pendaki silih-berganti naik dan turun melalui pintu jalur pendakian Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali. Ada yang turun, namun banyaknya juga yang mulai mendaki.
Di base camp Barameru Merapi, belasan pendaki tampak beristirahat setelah melakukan pendakian. Sebagian lagi melakukan pendaftaran untuk memulai aktivitas pendakian. Ratusan sepeda motor milik pendaki tampak berjajar rapi di parkiran halaman rumah warga.
 |
| Para pendaki bersiap naik ke puncak. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom |
Menurut Badri, petugas pendataan pendaki di base camp Barameru, selama libur lebaran jumlah pendaki setiap harinya mencapai ratusan orang.
"Setiap harinya rata-rata 200-an orang ada. Malah kemarin (Kamis) yang turun gunung mencapai 500-an orang. Aktivitas pendakian ramai sejak H+1 Lebaran. Mereka berasal dari berbagai daerah. Dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Nabire (Papua). Ada juga yang dari manca negara," jelas Badri.
Dari pendaki yang sudah turun, di setiap rombongan mereka juga membawa sampah dari bungkus bekal makanan dan minuman. Hal itu terlihat dari yang dibawanya. Tas plastik yang ditenteng berisi sampah-sampah tersebut.
 |
| Gunungan sampah di tempat pembuangan sementara. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom |
Seperti rombongan pendaki dari Bogor, yang terlihat membawa sampahnya sendiri. "Kami dari Bogor, rombongan 7 orang," kata Ubai, salah satu anggota rombongan pendaki.
Sesampainya di base camp, sampah itu dimasukkan ke tempat pembuangan sampah sementara yang telah disiapkan oleh Balan Taman Nasional Gunung Merapi. Tumpukan sampah dari botol bekas air mineral pun tampak menggunung.
"Memang kami mengimbau kepada pendaki untuk membawa turun sampahnya sendiri. Jadi tidak dibuang sembarangan di gunung, karena itu bisa mengotori gunung," imbuh Badri.
Sumber : Detik.com