-->

Thursday, 3 August 2017

Papan peringatan yang dipasang di jalur pendakian Gunung Merbabu untuk mengurangi potensi kebakaran di kawasan hutan. (Foto: Galih Prasojo)

Jejakkaumkusam, - Antisipasi berbagai potensi bencana di wilayah Selo, berbagai komunitas relawan membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di tingkat kecamatan yang melakukan berbagai kegiatan preventif untuk mengurangi resiko bencana.

Pengurus ‎FPRB Kecamatan Selo, Mujianto, Selasa (1/8/2017) menjelaskan, di wilayah Selo yang berada di kawasan lereng Merbabu-Merapi, tiap tahun kerap terjadi berbagai bencana diantaranya kebakaran dan kekeringan di musim kemarau serta longsor di musim penghujan. Khusus untuk antisipasi kebakaran yang kerap terjadi di kawasan hutan Merbabu-Merapi, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Diantaranya dengan mengajak perangkat desa untuk selalu mensosialisasikan larangan membakar sampah diberbagai pertemuan warga, dari tingkat RT sampai desa, terutama di lahan yang berada di pinggir kawasan hutan.

"Kami juga berkoordinasi dengan basecamp pendakian Merapi-Merbabu agar mengimbau pendaki untuk meminimalisir potensi kebakaran di kawasan hutan. Misalnya tak membuang puntung rokok yang masih menyala selama mendaki, memastikan mematikan api unggun yang dibuat di kawasan gunung dan sebagainya," terangnya.

Diketahui selama ini, tiap kali musim kemarau, kebakaran kerap kali melanda hutan di kawasan hutan di Gunung Merapi-Merbabu. Selain faltor alam, kebakaran hutan tersebut disinyalir juga disebabkan faktor manusia. "Petugas relawan juga aktif melakukan patroli sebagai antisipasi dini untuk mencegah kebakaran di kawasan hutan," jelasnya.








Sumber: Krjogja.com
loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...