-->

Tuesday, 8 August 2017

Gunung Rinjani

Jejakkaumkusam, - Pada 17 Agustus 2017 mendatang, para pecinta alam, traveler atau tracker akan melakukan cara-cara tidak biasa dalam perayaan HUT RI ke 72. Seperti menjadi sebuah tradisi, mereka akan merayap ke tempat-tempat tinggi di tanah air atau menyelam ke dasar laut untuk mengibarkan sang saka merah putih. Di Lombok, Gunung Rinjani akan menjadi salah satu magnet para penyuka tantangan untuk kegiatan memperingati detik-detik proklamasi itu.

Pertama, Danau Segara Anak di  ketinggian sekitar 2.010 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menjelang puncak HUT RI, di sekitar Danau Segara Anak yang luasnya mencapai 1.100 ha ini diperkiarkan akan dijubeli tenda warna warni. Meski pinggir danau dipenuhi kegiatan perkemahan, tapi pendaki akan memanfaatkan area-area kosong untuk membuat stage untuk pengibaran bendera. Pendaki akan merasakan sensai upacara dengan latar danau yang tenang dan puncak Gunung Baru Jari yang menyemburkan abu vulkanik halus.

Kedua,  pelawangan. Spot di punggung Rinjani yang terletak pada ketinggian 2.641 mdpl. Tempat ini menjadi kutub bertemunya pendaki dari Sembalun Lombok Timur dan dari Senaru Lombok Utara. Praktis tempat ini diperkirakan akan dijubeli pendaki. Spot ini menjadi favorit pelaksanaan upacara bendera dengan latar indahnya view Danau Segara Anak dan Gunung Baru Jari yang bisa terlihat lebih utuh.

Ketiga, area Leter E atau beberapa meter dari puncak Rinjani. Spot ini menantang dengan jalur yang dikenal terberat saat summit ke puncak. Di tempat ini menjadi pilihan pengibaran bendera merah putih, tentu dengan tantangan lebih ekstrem terjangan angin kencang dan pijakan pasir berbatu.

Keempat,  puncak  3.726 Mdpl atau top summit. Tempat yang jadi epicentrum para pendaki, termasuk untuk kegiatan penghormatan merah putih. Pengibaran bendera dan upacara di sini menurut para pendaki  adalah sensai paling sulit tergambar saat menatap merah putih berkibar diiringi kumandang lagu Indonesia Raya dari para peserta. Hempasan angin kencang dan kabut seolah menjadi lagu pengiring, melengkapi atmosfer rasa nasionalisme. Tidak jarang pendaki menitikkan air mata di suasana ini meski dingin menyergap.

Hanya kendalanya, margin puncak yang agak sempit tidak mampu menampung semua pendaki. Tapi di sinilah sportifitas para pendaki terlihat, karena mereka biasanya akan bergiliran untuk melaksanakan upacara, itu pun akan tergantung cuaca.

Rinjani memang jadi magnet para wisatawan nusantara maupun mancanegara.  Menurut pengelola Tracking Organizer Anto Capen Sembahulun, empat spot ini setiap tahun menjadi favorit para pendaki. Mereka mengibarkan bendera yang dibawa, tidak peduli asalnya dari daerah manapun karena mereka direkatkan rasa nasionalisme dan persuadaraan sesama pendaki.

“Sudah banyak pendaki yang mengabarkan akan datang. Kebanyakan dari Kalimantan dan Pulau Jawa. Ada yang kelompok, ada yang perorangan,” kata Anto.

Pengelola LRT (Lokal Rinjani Tracker)  ini memperkirakan gelombang kedatangan para pendaki mulai tanggal 13 – 14  Agustus sudah ada di Sembalun. Ada juga yang mulai datang dan naik tanggal 15 – 16 Agustus dan tersebar di empat spot tadi.

Tapi di luar, itu ada beberapa tempat yang tidak kalah favorit, biasanya digandrungi pendaki remaja. Seperti Bukit Pergasingan Sembalun, dengan ketinggian sekitar 1.670 mdpl berada di sisi timur Gunung Rinjani.  Bukit yang jadi alternatif bagi mereka yang ingin menggelar upacara tanpa kehilangan sensai  mencapai ketinggian. Menurut Anto, setiap tahun di tempat ini upacara bendera juga digelar dengan view Gunung Rinjani.(Kicknews)


loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...