![]() |
| Kondisi Gunung Bawakaraeng yang dipenuhi tumpukan sampah minuman keras (miras) dan kondom bekas pakai. |
Jejakkaumkusam, - Forum Komunikasi Pencinta Alam (FKPA) Kabupaten Gowa bereaksi atas isu yang santer saat ini yaitu ditemukannya bekas sampah kondom dan botol minuman keras di Gunung Bawakaraeng, Lingkungan Lembanna, Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa. Ketua FKPA Gowa, Hirsan Bachtiar mengaku kaget dengan kondisi tersebut. Menurutnya, bukan lagi pencinta alam jika melakukan hal-hal seperti itu.
“Bergesermi mentalitas teman pendaki. Inimi yang harus diperhatikan teman-teman KPA untuk lebih mengevaluasi bagaimana diksarnya. Apa-apa yang harus dibawa. Tentang pengenalan alam itu seperti apa. Sebab kalau sudah kejadian seperti ini, kami sangat prihatin,” tuturnya, Rabu (28/3/2018).
Dia mengingatkan, Gunung Bawakaraeang kini bukanlah hanya milik Sulsel dan orang Gowa saja. Namun sudah menjadi pilihan pendaki nasional. Sehingga penting untuk mengevaluasi pengetahuan para pecinta alam.
“Yang namanya pecinta alam, harus ada tanggungjawab, bukan hanya etika mendaki dan menikmati. Tapi Tanggungjawab moral. Inimi sudah sangat perlu ada pemeriksaan barang bawaan para pendaki,” tambahnya.
Sementara Anggota FKPA Gowa, Adhe Imran, mengutarakan kepada para pendaki yang tidak bisa menjadi kelestarian hutan.
“Itumi sekarang yang terjadi, kebanyakan pendaki bukan lagi pecinta alam, tapi penikmat alam. Jadi beginimi jadinya, alam yang justru harus dilestarikan malah digerayangi,” katanya.
Terkait keberadaan bekas kondom dan botol miras, Hirsan juga mengungkapkan jika itu bukanlah berita baru lagi.
“Sdh sering terjadi. Yang dilakukan para pendaki yang tidak punya pendidikan dasar kepecintaalaman,” bebernya.
Pihak Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa yang dimintai tanggapannya, malah terkesan acuh tak acuh. Justru instansi teknis yang mengurusi kepariwisataan ini melemparkan persoalan kondisi Gunung Bawakaraeng kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Camat setempat.
“Bisa ke lingkungan hidup atau camatnya,” ucap salah seorang Pegawai staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa.(Lintasterkini)
loading...

