![]() |
| Chintya |
Jejakkaumkusam, - Masih mengenai hobi Chintya tentang alam, ternyata dirinya pernah mengalami perjalanan yang cukup aneh selama pendakian di Gunung Argopuro. Ia dan teman-temannya mengalami kejadian yang tak terlupakan. Yakni kesasar dalam pendakian dan menghabiskan waktu selama 7 hari di gunung angker tersebut.
Gunung yang terkenal angker oleh para pendaki lainnya ini ternyata menyimpan sebuah cerita tentang hilangnya Dewi Rengganis bersama enam dayangnya. Demi menyaksikan keindahan alam Indonesia yang ada di gunung ini, ia dan enam rekannya tetap nekat melakukan pendakian. Ia sendiri juga sempat merasa ketakutan sebelum melakukan pendakian dan sebelum jalan ia sudah banyak menerima petuah-petuah dari para senior yang telah melakukan pendakian. “Tetap hati-hati selalu berdoa dan selalu bareng dan tetap patuhi peraturan pendakian di sana,” ungkapnya meniru kata seniornya waktu itu.
Gunung yang normalnya didaki selama 6 hari ini pun dilalui oleh Chintya dan teman-temannya selama 7 hari, hal ini terjadi setelah ia bersama rekan-rekannya tersesat di daerah Cikasur setelah melewati Mata Air Satu. Ia sendiri mengakui tidak tahu mengapa bisa tersesat, apakah karena hal mistis atau memang benar-benar tersesat. “Tetapi tetap yakin saja sama Allah kalau bakal dikasih petunjuk jalan,” ungkapnya yang waktu itu penuh harapan.
Saat kesasar, ternyatanya tidak hanya rombongannya saja, melainkan juga ada 4 orang pendaki dari kelompok lainnya. Awal mula kejadian itu terjadi saat ia menemui tiga persimpangan, saat itu ia melewati persimpangan pada bagian kiri, namun ternyata persimpangan itu bukan jalan menujuk puncak. Menemui keadaan itu, ia kemudian kembali dan mencoba jalan yang ada di tengah persimpangan tersebut, namun ternyata masih salah. Karena sudah mulai larut malam, mereka pun memutuskan menghentikan perjalanan dan mendirikan tenda di daerah itu bersama kelompok lain yang juga kesasar.
Dikatakannya kendala-kendala yang kerap didapat saat mendaki yakni, saat kesehatan tubuh yang tiba-tiba menurun, hujan yang mengakibatkan jalan licin, persediaan konsumsi mulai menipis, tetapi perjalanan masih panjang, persedian air habis dengan kondisi tubuh yang dalam keadaan lelah. “Selalu ada beberpa cowok setrong untuk jalan mencari sumber air,sedangkan yang capek istirahat sampai teman kembali membawa air,” tuturnya.
Meskipun banyak kendala saat melakukan pendakian, namun Chintya mengaku tidak akan pernah bosan untuk mendaki. Sebab pendakian tidak hanya memberikan kepuasaan tersendiri dan menikmati keindahan tetapi juga mengajarkan bersosialisasi di tengah-tengah sulitnya kehidupan. “Sekarang pengen mendaki gunung yang ada di Kaltara dulu, seperti Gunung Rian, pengen juga ke Semolon sama Berau, tapi belum ada teman,” pungkasnya mengaku masih mencari teman.(Prokal.com)
loading...

