-->

Sunday, 28 August 2016

ilustrasi

Jejakkaumkusam, - Dua pendaki Indonesia kecelakaan di gunung, harus menjadi yang terakhir. Seperti diberitakan, pada hari yang sama, mahasiswa UI jatuh dari Puncak Gunung Slamet dan seorang karyawan asal Tasikmalaya terserang hipotermia di Pegunungan Jayawijaya, Papua.

Kepala Sekolah Pendaki Gunung Wanadri, Martin Rimbawan mengungkapkan keprihatinannya. Menurut Martin, siapa pun bisa mengalami kecelakaan serupa jika tidak memerhatikan hal penting dalam pendakian. Jangankan pemula yang mencoba mendaki, seseorang yang telah berkali-kali ke gunung yang sama bisa celaka jika menyepelekan hal ini.

“Bukan masalah expert atau enggak. Sangat penting mengumpulkan data soal tempat tujuan, dan informasi di sana. Seperti iklim, suhu, ketinggian, cuaca, sampai aspek budaya, suku, flora, dan fauna,” ujar Martin.

Setelahnya, pendaki harus memetakan berapa lama operasi pendakian direncanakan. Untuk menyediakan kebutuhan logistik. Kemudian memutuskan, apa banyak bekalnya tepat sesuai jumlah hari pendakian, atau dilebihkan. Berdasarkan pengalaman Martin yang juga pelari lintas gunung ini, ia selalu membawa cadangan paket bekal setara satu hari pendakian.


Halaman selanjutnya:      



Source: Pikiran Rakyat
loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...