-->

Saturday, 27 August 2016

ilustrasi

Jejakkaumkusam, - Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berhasil mengamankan sekitar 35 pendaki ilegal, selama pemberlakuan penutupan jalur pendakian pada bulan Agustus 2016.

Kasie PTN Wilayah 1 Cianjur TNGGP Ardi Andono menjelaskan, penutupan aktivitas pendakian bertujuan untuk memperbaiki sarana dan prasarana serta pemulihan ekosistem di TNGGP.

“Setiap bulan Agustus (jalur pendakian) ditutup total. Namun amat disayangkan, meskipun jalur pendakian sudah ditutup tetap saja masih ada pendaki liar yang didominasi masyarakat sekitar TNGGP,” katanya.

Dijelaskannya, dari 35 orang pendaki liar yang berhasil diamankan, mereka masuk melalui kawasan Galudra, Pasir Ipis, dan Sarongge.

“Saat diamankan mereka langsung diberikan sanksi. Mereka diberikan pembinaan oleh pemerintahan desa dan memerintahkan mereka untuk membersihkan lingkungan wilayah sekitar TNGGP,” jelasnya.

Ardi menyayangkan, kendati sudah diberlakukan penutupan, namun masih banyak pendaki liar yang memaksa dan melanggar prosedur dan aturan TNGGP. Padahal penutupan pendakian demi kelestarian lingkungan di masa depan.

“Satu bulan penutupan dilakukan TNGGP, areal kawasan bersih dari sampah, toilet pun terawat. Bahkan di sejumlah titik terlihat jejak satwa rusa dan macan tutul,” ujarnya.

Menurutnya, kemuncullan jejak hewan membuktikan bahwa penerapan sistem penutupan, ekosistem dan satwa bisa beraktivitas dengan tenang di habibatnya tanpa terganggu. Tak hanya itu, tanaman edelweis bekas kebakaran pun saat ditutup pendakian bisa tumbuh dengan baik.

Oleh karenanya, lanjut Ardi, para pendaki dihimbau pada saat pembukaan TNGGP pada 1 September mendatang, para pendaki harus mematuhi aturan, keselamatan, dan membawa kembali sampah.

“Kami imbau para pendaki bisa menjaga ekosistem TNGGP,” harapnya.(Pojok Jabar)

loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...