-->

Thursday, 25 August 2016

tiwu kelimutu

Jejakkaumkusam, - Jelajah alam di Indonesia seolah tak ada habisnya. Dari Sabang sampai Merauke ada saja lokasi-lokasi menarik untuk dikunjungi, baik objek wisata terkenal maupun yang masih belum banyak diketahui orang.

Bila dalam waktu dekat Anda akan berkunjung ke Flores, jangan lupa untuk menyempatkan waktu ke Gunung Kelimutu, di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Salah satu pesona dari gunung ini adalah adanya danau tiga warna di puncaknya.

Keunikan danau yang juga disebut Tiwu Kelimutu ini adalah warnanya yang sering berubah-ubah. Tiap warna danau ternyata mempunyai makna tersendiri. Misalnya, danau biru atau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal.

Lalu, ada danau merah atau Tiwu Ata Polo, merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan. Sedangkan danau putih atau Tiwu Ata Mbupu, adalah tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Masyarakat sekitar percaya bila danau berubah warna, mereka harus memberikan sesajen bagi arwah orang-orang yang telah meninggal.



Danau ini bisa berubah kapan saja tanpa bisa diprediksi. Menurut data dari Balai Taman Nasional Kelimutu, dikutip Tempo, 1915-2011, Ata Polo mengalami 44 kali perubahan warna, Nua Muri Koo Fai berubah warna 25 kali, dan Ata Mbupu 16 kali bersalin warna. Tak ada jadwal dan pola perubahan yang pasti.

Dari perubahan-perubahan tersebut, kadang menghasilkan warna campuran. Misalnya pada Mei 1997, air Ata Polo berubah warna dari cokelat dan hijau tua menjadi merah hati. Mbupu berubah dari cokelat tua menjadi hijau kecokelatan. Sedangkan Nua Muri Koo Fai berubah menjadi putih telur asin dari biru dan hijau muda.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, empat tahun lalu, warna danau hampir seragam hijau. Setahun kemudian, warna berubah menjadi hijau dan hitam.

Namun menurut Titi Novitha Harapah, Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Kerusakan Danau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, penelitian yang lebih akurat menyimpulkan bahwa warna danau yang berubah-ubah disebabkan oleh proses geokimia di dasar danau yang menghasilkan kandungan zat kimia tertentu di dalam air.


Untuk sampai ke Gunung Kelimutu, Anda bisa mulai perjalanan dari Bandara H. Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende, lalu Anda bisa menyewa kendaraan ke Desa Moni yang berada di kaki Gunung Kelimutu dengan jarak perjalanan sekitar 65 Kilometer dari bandara.

Dari Desa Moni, Anda bisa langsung ke gerbang pintu masuk Taman Nasional Kelimutu dan membayar tiket sebesar Rp5.000 untuk turis lokal dan Rp150.000 untuk pengunjung mancanegara.(Beritatagarid)

loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...