![]() |
Puncak Merapi dilihat dari jalur pendakian Sapuangin, Klaten, Jawa Tengah. |
Jejakkaumkusam, - Gunung Merapi terus menjadi primadona para pencinta wisata minat khusus ataupun para pecinta alam. Jumlah pendaki yang datang ke gunung aktif di perbatasan DIY dan Jateng ini terus meningkat setiap tahunnya.
Dari data statistik yang diterima Tribun Jogja dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) tahun 2016, jumlah pendaki tiap tahunnya naik 12,85 persen per tahun.
Itu berdasarkan catatan jalur pendakian yang resmi yakni jalur Selo, di desa Lencoh, Boyolali.
Peningkatan jumlah itu terjadi selama lima tahun mulai 2011 hingga 2015. Dan tidak termasuk yang melalui jalur yang illegal.
Diketahui, jumlah pendaki Merapi biasanya mengalami lonjakan dalam momen tertentu, seperti saat 17 Agustus, tahun baru hijriyah dan masehi serta saat ada event tahunan yang dilakukan di area pegunungan.
Seperti diketahui, pasca erupsi Merapi pada 2006 dan 2010 jalur pendakian Merapi hanya tersisa satu.
Sebelumnya ada beberapa jalur pendakian Merapi, seperti Jalur Babadan di sisi barat laut, jalur Kinahrejo di sisi selatan, jalur Lendong di sisi timur, jalur Sapuangin di tenggara dan Selo di sisi utara.
Namun dalam waktu dekat, jalur pendakian resmi Merapi akan bertambah. Tahun ini, direncakan pada Mei 2017 BTNGM akan membuka jalur Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.
loading...

