-->

Wednesday, 12 July 2017

Ilustrasi pendaki gunung

Jejakkaumkusam, - Bagi traveller yang juga hobi mendaki gunung, sebaiknya mengetahui jenis penyakit-penyakit yang sewaktu-waktu bisa menyerang ketika pendakian. Gejala penyakit, cara pertolongan pertama hingga cara menghindari pun harus diketahui, sebelum akhirnya menyesal karena tidak memenuhi diri dengan pengetahuan medis.

Bahaya dari penyakit-penyakit itu bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari yang sepele seperti alergi karena kedinginan, pingsan karena hipotermia, hingga cacat karena terkena forstbite.

Yang paling berbahaya selain hipotermia ialah forstbite. Penyakit yang ditimbul karena suhu rendah tersebut pernah dialami oleh Roby dan Yasak, pendaki asal Indonesia, ketika mendaki Gunung Denali pada 15 Juni 2017 lalu, dikutip dari @mountesia, Rabu (12/7/2017).

SUHU -55°C & FROSTBITE MENGIRINGI PERJALANAN TIM AIDEX MENUJU PUNCAK DENALI 15 Juni 2017 tepatnya Pukul 14.05 WIB, menjadi sejarah bagi Bangsa Indonesia, terutama 3 ksatria Airlangga berhasil menginjakkan kaki pada ketinggian 20.320 kaki yang setara dengan 6.194 meter diatas permukaan laut (mdpl), yaitu puncak G. Denali atau yang dikenal the high one. Tiga ksatria tersebut tak lain adalah Mochamad Roby Yahya mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, Muhammad Faishal Tamimi Fakultas Vokasi dan Yasak alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ketiganya berasal dari Universitas Airlangga. Namun dibalik keberhasilan tersebut ada perjuangan yang tiada tara, terdapat pengorbanan yang tak ternilai, terdapat ketetapan dalam jiwa mereka untuk kibarkan bendera almamater dan bangsa. Terkena Frosbite Frostbite” merupakan penyakit yang menyerang para pendaki gunung es dimana terdapat radang pada bagian anggota tubuh seperti hidung, telinga, pipi, jari kaki dan tangan. Roby terkena Frostbite pada pada bagian pipi, namun yang paling parah adalah bagian tangan yang sudah berwarna hitam di jari kiri 1 dan kanan 2. Sedangkan yasak menerima Frostbite pada pada pipi dan yang parah pada jari kiri 2 dan kanan 3, namun tangan Yasak yang dapat difungsikan hanya jari telunjuk keduanya. Mata Faish mulai berkaca-kaca melihaat kondisi kedua rekannya, tidak hanya rekan, namun sudah dianggap sebagai keluarganya. Dengan sigap Faish menyalakan api dengan nyala yang cukup besar, mengambil gergaji es, dan segera memotong es balok di bawah tenda kerucut yang digunakan untuk memasak, dengan keadaan menggigil dan mata berkaca, nafas yang langsung membeku dengan uap air yang putih. Sekedar informasi, pada penderita Frostbite akan mengalami gejala kulit dingin, terasa seperti menusuk-nusuk, sensasi kesemutan, mati rasa dan kulit kemerahan atau kehitaman serta memiliki potensi yang serius dan butuh beberapa minggu untuk pulih, dimana penderita dapat kehilangan kulit, jari, kaki, serta cacat. Pada 17 Juni 2017 pada pukul 11.01 WIB Yasak dan Roby dievakuasi menggunakan heli menuju Basecamp terlebih dahulu dan dilanjutkan menuju Talkeetna (kota terdekat dari Denali National Park).
Sebuah kiriman dibagikan oleh PENDAKI GUNUNG INDONESIA (@mountnesia) pada
Forstbite yang menyerang kedua pendaki ini dialami saat suhu berada pada -55 derajat celcius. Roby mengalami forstbite pada bagian pipi dan yang terparah pada bagian tangannya karena sudah menghitam pada satu jari kiri dan dua jari kanan.

Sedangkan, Yasak mengalami forstbite pada pipi dan yang terparah pada dua jari kiri dan tiga jari kanan, tangan Yasak hanya jari telunjuk dari kiri dan kanan saja yang dapat difungsikan, sementara sisanya mati rasa.

Berdasarkan pada pengalaman yang dialami Roby dan Yasak, gejala forstbite dicirikan dengan kulit terasa dingin seakan menusuk-nusuk, sensasi kesemutan, mati rasa, kulit memerah atau kehitaman. Forstbite yang memburuk bisa menyebabkan penderitanya kehilangan kulit, jari, kaki, tangan, hingga kecacatan.

Untuk meminimalkan bahaya dari serangan forstbite, pendaki bisa mengupayakan pertolongan pertama seperti menghangatkan badan dari serangan hawa dingin, mengganti pakaian yang basah dengan pakaian kering, tidak menggosok atau menggaruk bagian tubuh yang terkena forstbite, bungkus dengan selimut bagian tubuh yang terserang forstbite, jangan memaksa berjalan dengan keadaan kaki yang terkena forstbite karena bisa berakibat patah tulang.

Memastikan orang yang terserang forstbite cukup minum air juga tidak kalah penting karena khususnya minuman hangat bisa menaikan suhu tubuh kembali dan air bisa mencegah korban dehidrasi, dikutip dari Patientinfo.

Syukurlah Roby dan Yasak dapat diselamatkan dengan bantuan helikopter menuju basecamp terlebih dahulu, untuk kemudian dilanjutkan menuju Talkeetna,kota terdekat dari Denali National Park.

Sumber: Okezone
loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...