![]() |
| Ilustrasi/foto:exploregunung |
Jejakkaumkusam, - Sekali lagi, bagi para pendaki, janganlah terlena dengan foto-foto yang bersebaran di jejaring sosial. Keindahan dan pesona alam Indonesia memang tidak ada duanya, tapi di balik itu semua, alam menyimpan kejutan-kejutan yang pasti sulit diduga.
Untuk itu, pendaki harus benar-benar mempelajari kondisi alam yang jadi lokasinya menjelajah. Jangan hanya karena ingin memamerkan foto bagus di sosial media dan hanya memikirkan cara mengambil gambar, jadi alasan untuk menomor bawahkan keselamatan.
Salah satu yang mesti dipelajari ialah binatang liar yang terdapat di hutan, seperti pacet. Binatang yang berukuran kecil seukuran lidi ini sering kali jadi teror pendaki ketika melewati hutan.
Pacet atau yang sering juga disebut lintah merupakan hewan yang umumnya hidup di lingkungan air tawar, namun ada juga spesies yang hidup di darat dan laut. Lintah yang banyak ditemui di hutan, menghisap darah hewan vertebrata seperti amfibi, reptil, unggas, ikan dan mamalia, termasuk manusia, dikutip dari Newworldencyclopedia, Kamis (13/7/2017).
Lintah parasit yang menghisap darah itu disebut lintah hemofagik (pemakan darah). Hewan yang bergerak dengan unik ini akan terus berada di badan sang mangsa dan baru melepaskan mangsanya ketika ia kenyang.
Hewan lunak tersebut memang tidak terlalu berbahaya bagi keselamatan manusia. Namun, lintah yang sudah menghisap darah manusia atau darah hewan sebelumnya, kemudian menghisap manusia lainnya itulah yang berbahaya. Sebuah studi menemukan HIV dan hepatitis B pada lintah di Afrika dari Kamerun.
Akan tetapi, bagi pendaki yang sudah terlanjur digigit lintah, bisa mencoba untuk melepaskan lintah dengan cara menyalakan api, rokok, menaburkan garam, hingga bahan kimia seperti alkohol, cuka, jus lemon, obat nyamuk, minuman panas atau minuman berkarbonasi tertentu. Hal ini dilakukan untuk memuntahkan isi perut lintah dan segera melepaskan hisapannya.
Kemudian, luka akibat gigitan lintah bisa dibersihkan dengan sabun dan air lalu dibalut. Pembalutan luka bisa mengurangi pendarahan yang terjadi akibat enzim anti pembekuan darah dari lintah.
loading...

