-->

Wednesday, 26 July 2017

Gunung Rinjani
Jejakkaumkusam, - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan jumlah pendaki yang boleh mendaki Rinjani akan dibatasi. Pembatasan juga bagian dari upaya mengendalikan sampah di Gunung Api yang selalu diburu para pendaki tersebut.

Sepanjang 2016 lalu, total ada 92 ribu pendaki yang mendaki Rinjani. Jika satu pendaki membawa sampah 1 kg saja, maka itu berarti ada 92 ton sampah yang dibawa naik ke Rinjani oleh para pendaki tersebut. Yang dibawa turun, sangat jauh dari memadai. Sebagian besar sampah ditinggal dan dibuang sembarang.

Kepala Sub Bagian TU Balai TNGR Mustafa Imran Lubis mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah angka pendaki yang tembus hingga 92 ribu dalam setahun tersebut telah overload atau tidak. Saat ini kata dia, berapa kapasitas pendakian ke Rinjani memang sedang dikaji Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Tapi, pembatasan pendakian Rinjani adalah tujuan kajian ini. Bulan Maret sudah dilakukan konsultasi publik,” kata Lubis.

Dia mengatakan, kajian yang dilakukan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara itu akan menjadi rujukan pihaknya dalam menerapkan pembatasan.

Saat ini kata Lubis, rata-rata para pendaki berada di Rinjani dua malam tiga hari. Pada saat pembatasan diberlakukan, akan ditetapkan berapa pendaki yang boleh berada di Rinjani dalam satu hari pendakian. Jika batas maksimal telah dipenuhi, maka otomatis para pendaki tak bisa naik sementara waktu. Menunggu pendaki yang telah naik sebelumnya turun terlebih dahulu di hari esoknya.

“Ini juga bagian dari upaya kita untuk mengendalikan sampah di Rinjani. Pastilah, daya dukung alam juga terbatas, makanya ada pembatasan,” tandas dia.

Sementara itu, kemarin, Dinas Pariwisata NTB dan TNGR menggelar apel siaga untuk melepas Satgas Tim Rinjani bersih sekaligus membekali mereka dengan alat-alat kebersihan.

Tim Satgas ini akan stand by di titik-titik utama pendakian yakni di Pelawangan Sembalun, Pelawangan Senaru, dan di Danau Segara Anak. Mereka akan bekerja mulai Kamis hingga Minggu. “Tugas mereka adalah menangani sampah yang ditinggal pendaki, sekaligus mengedukasi para pendaki dan memastikan mereka membawa sampahnya turun kembali,” kata Kadispar NTB HL Mohammad Faozal.


Halaman selanjutnya:      

loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...