-->

Thursday, 17 August 2017

Salah satu lokasi camp pendaki di gunung talang

Jejakkaumkusam, - Pendakian bersama dan upacara detik-detik proklamasi di puncak Gunung Talang yang tiga tahun terakhir selalu dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, untuk tahun 2017 ini tidak lagi diselenggarakan.

Hal ini mengingat kondisi cuaca ekstrim yang melanda wilayah kabupaten Solok dan sekitarnya beberapa hari terakhir. Pendakian gunung Talang sekaligus upacara bersama di Puncak tertinggi Kabupaten Solok itu seyogyanya merupakan agenda dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 72. Bahkan diperkirakan bakal diikuti ribuan pendaki baik kalangan umum maupun penggiat alam terbuka.

Kegiatan yang digagas sejak tiga tahun terakhir ini sedianya akan dihelat oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Solok pada Rabu hingga Kamis 16-17 Agustus 2017, setelah melakukan rapat maupun koordinasi dengan stokeholder dan instansi terkait lainnya.

” Mengingat kondisi cuaca yang terbilang ekstrim, kita membatalkan pendakian dan upacara di puncak Gunung Talang tahun ini,” ungkap, Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kab. Solok, Joni, Selasa (15/8) diruang kerjanya, Arosuka.

Keputusan pembatalan pendakian dan upacara yang terkesan mendadak ini harus diambil Dinas pariwisata Bumi Markisah, menurut Joni, mengingat tingginya resiko jika dilakukan dalam kondisi cuaca seperti ini. Apalagi belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan peserta yang mengikuti adalah dari kalangan umum.

Keputusan ini diambil pihak dinas Pariwisata, lanjut Joni, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kegiatan pendakian gunung terbilang kegiatan yang cukup berat dan bisa membahayakan pesertanya. Ditambah lagi bila tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan apalagi di kondisi cuaca saat ini.

” Kita sudah beritahukan ke seluruh peserta yang berencana ikut, karena tidak ingin ada pendaki yang terkecoh, kalau nantinya ada pihak-pihak yang mengatas namakan panitia pendakian,” terang, Joni.

Menambah penuturan dari Kabid Promosi, Kepala Dinas Pariwisata, Yandra, juga ikut menjelaskan, keputusan pembatalan kegiatan pendakian bersama Mount Talang Explore diambil setelah melakukan koordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Solok.

“ Semoga ini merupakan keputusan terbaik, Kita pending saja dulu, karena cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan pendakian, sangat beresiko terutama bagi pendaki pemula. Kita minta agar para pendaki tidak nekat melakukan pendakian dan memaklumi keputusan demi keselamatan dan kepentingan bersama,” jelas, Yandra.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin yang seyogyanya direncanakan bakal menjadi Inspektur Upacara pada upacara peringatan detik-detik kemerdekaan RI di Gunung Talang. Bahwa pihaknya, juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak BPBD dan tim pengamat gunung Talang di Lembang Jaya.

Korda Sekber Pecinta Alam Sumbar Wilayah Solok

” Ini semua demi keselamatan kita bersama, terpaksa pengibaran Sang Merah Putih dari puncak Gunung Talang tahun ini dibatalkan, mengingat cuaca yang terbilang ekstrim,” sebut ,Yulfadri Nurdin.

Sementara itu, secara terpisah, Koordinator Daerah Sekretariat Bersama Pecinta Alam (Sekber PA) Sumbar, Wilayah Solok, D. Syamputra, menyambut baik keputusan yang diambil oleh Dinas Pariwisata tersebut. Apalagi mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini.

“ Kita tidak ingin kejadian beberapa waktu lalu yang menimpa para pendaki di Gunung Marapi, juga terjadi di gunung Talang ini, akibat pendaki tidak mengindahkan cuaca maupun status dari gunung tersebut,” bebernya.

Namun walaupun begitu, Korda Pecinta Alam Solok itu meminta kepada dinas terkait untuk tidak lepas tangan. Tapi juga ikut mengawasi, bahkan bila perlu langsung melakukan sosialisasi kepada para pendaki di pos pendakian yang ada, tentang pembatalan dan resiko cuaca maupun status gunung Talang.

“ Karena pembatalan ini sangat mendadak,  pasti tidak semua pendaki tidak mengetahui keputusan tersebut. Alangkah baiknya dinas Pariwisata bisa menempatkan orangnya di posko pendakian Aie Batumbuak untuk bisa menyampaikan sekaligus mensosialisasikan keputusan ini,” ujarnya.

Apalagi dengan ditutupnya pendakian gunung Marapi oleh pemerintah setempat, lanjut, D. Syamputra, sudah pasti para pendaki Sumbar maupun luar Sumbar berduyun-duyun ke gunung Talang. Bahkan ia menyarankan kepada dinas Pariwisata untuk berkoordinasi dengan Polres Solok, stanby di posko pendakian, untuk mengantisipasi oknum-oknum yang diduga akan mengambil kesempatan dengan membludaknya pendaki yang datang.

“ Kita sarankan dinas terkait untuk koordinasi dengan pihak kepolisian, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan sampai jangan terjadi di gunung Talang,” tambahnya.(antara)


loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Sponsor Iklan

loading...