![]() |
| Suasana pelaksanaan upacara bendera oleh para pendaki di Gunung Merapi. (Foto: Galih P) |
Jejakkaumkusam, - Rasa nasionalisme meyeruak di Gunung Merapi, saat seribuan pendaki melakukan upacara bendera peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, Kamis (17/8/2017) di kawasan Pasar Bubrah yang berada di bawah kubah salah satu gunung teraktif di dunia tersebut.
Usai prosesi upacara bendera yang dilakukan dengan pembacaan teks proklamasi yang dipimpin langsung oleh petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) tersebut, suasana kemerdekaan makin terasa saat para pendaki menyanyikan lagu-lagu nasional. Terbawa suasana upacara kemerdekaan yang sederhana namun khidmat, para pendaki tak kunjung bubar seletah upacara selesai. Malah pekikan 'Merdeka' berkali-kali menggema di bawah bendera yang dipasang di tiang bambu.
Kesadaran para pendaki tentang aturan pendakian, khususnya mendaki ke puncak, agaknya sudah tinggi. Usai upacara, ada beberapa pendaki kasat mata mencoba naik ke puncak meski sudah dilarang. Tak urung mereka menjadi cemoohan ribuan pendaki yang masih terkonsentrasi di kawasan pasar bubrah.
Ditemui usai pelaksanaan upacara, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 2 BTNGM, Iskandar mengatakan, untuk mencegah pendaki ke puncak, pihaknya sudah menempatkan petugas untuk berjaga sejak malam sebelumnya.
"Sejak letusan 2006 sebenarnya sudah dilarang mendaki ke puncak. Ada banyak bahaya seperti gempa tremor, letusan freatik, hingga longsor. Terlebih setelah ada pendaki jatuh ke kawah beberapa tahun lalu, pengawasan juga lebih diperketat," terangnya.
Dalam dua tahun terakhir, selain kesadaran pendaki yang dinilainya sudah bagus, pelaksanaan upacara bendera kali ini yang sudah menjadi tradisi selama bertahun-tahun tersebut lebih meriah dan tertata sebab BTNGM mengkoordinir langsung pelaksanaan upacara bendera dimana peserta upacara yang ikut kali ini sekitar seribuan. "Sementara jumlah total pendaki merapi di malam tujuh belasan mencapai 2.300 pendaki," kata Iskandar.(Krjogja.com)
loading...

